Taylor Eigsti adalah pemain piano berbakat secara teknis, tampak dapat melanjutkan permainan solonya dengan lancar kapan saja, mungkin tidak mengejutkan, sebagai seorang pemain yang melakukan debut panggungnya pada usia 8 tahun, bermain dengan Dave Brubeck pada usia 12 dan merilis cd pertamanya pada usia 14 tahun. Usianya saat ini 23 tahun. Bagaimanapun juga, jika teknik adalah apa yang Eigsti harus tawarkan, “Let It Come To You” tidak akan menjadi menjadi setengah bagian dari album itu sendiri. Selain itu, ini bukanlah kepandaian individu yang berulang-ulang merebut perhatian, tapi interaksi sebuah grup, spontan dan ber-energi.
Kehadiran Joshua Redman pada saksofon tenor menjelaskan tingkat kelas perusahaan yang Eigsti miliki. Yang lebih penting, walaupun Redman berada pada susunan teratas, lebih-lebih pada jadual Pat Metheny, dimana dia melakukan dua permainan solo yang hebat, dia tidak akan menutupi Eigsti atau yang lainnya pada band tersebut, yang dapat menyeimbangkan apapun permainan Redman.
Materi merupakan suatu pilihan yang imajinatif dan dapat ditafsirkan. “Not Ready Yet” mempertahankan kualitas yang lemah dari keaslian The Eel , yang juga menghindari suatu yang muluk-muluk, menggunakan lagu sebagai kendaraan untuk kerja grup yang ketat juga santai. Caravan memamerkan pemain gitar berbakat Julian Large, kolaborator rutin bersama Eigsti, sebelum sang pimpinan menetapkan bahwa permainan solo beraliran bebas untuk menjaga kekuatan tetap berkembang. Pada saat Fever, bandnya tidak ikut serta bermain ketika Eigsti berduet bersama Edmar Casteneda pada harpa Colombian; dengan ruang suara yang berbeda sangat tajam dengan suara dari grup, bagian ini sebagai selingan yang menyegarkan.
Dengan perbandingan, komposisi-komposisi Eigsti sendiri – jalur judul ditambah tiga bagian dari Fallback Plan Suite – sangat kompeten tanpa pernah benar-benar mempesona. Khususnya, Suite ini sepertinya ditulis secara berlebihan dan mengandung kekuatan band itu sendiri lebih daripada merilisnya. Sebagai penutup dari album tersebut, hal itu membuat akhir yang anti-klimaks dan menjadi ganjil dari yang pernah terjadi sebelumnya. Tidak salah, ini adalah album yang sangat bagus – tapi bukan album yang klasik yang Eigsti janjikan akan dikeluarkan segera.
BBCFiled under: Berita Musik Jazz, Obituari | Tags: Arts Indonesia, Berita Musik Jazz, Johnny Griffin, Juli, Obituari, Pemain Saksofon
“Rumah,” musisi Jazz John Griffin mengatakan, “dimana aku memiliki saksofonku.” Meninggalkan tanah asalnya Amerika Serikat pada tahun 1963 untuk bermukim di Eropa, pertama di Paris, kemudian dekat Rotterdam di Negeri Belanda, dan akhirnya di kedalaman pedesaan Perancis. Walaupun demikian selama hidupnya Griffin tetap memainkan saksofon tenor dalam jazz modern. Karyanya yang membara dan melesat selalu membawa pendengarnya mengingat saat hari-hari bahagianya ketika dia menjadi besar diantara para ahli saksofon seperti John Coltrane dan Hank Mobley.
“Setelah satu titik yang pasti dalam hidupmu sebagai seorang musisi, kamu sudah memperoleh pengalaman yang cukup untuk menghidupimu,” gagasnya. “Aku meninggalkan Amerika ketika berusia 35 tahun, tapi aku sudah mempunyai cukup akar-akar yang melekat, didalam jiwaku, hidupku, aku tidak perlu kuatir mengenai akar-akar lagi.”
Akar-akar Griffin sendiri berada didalam lingkungan jazz Chicago yang keras. Ibunya seorang penyanyi, dan ayahnya seorang peniup terompet, dan ketika Griffin muda dia belajar piano dan gitar, tapi dia selalu dikenal bahwa apa yang memicu antusias musiknya adalah pengajaran yang memberinya inspirasi oleh Captain Walter Dyett, di Sekolah Menengah DuSable. Pria ini juga memiliki murid-murid terkenal lainnya termasuk Nat King Cole, Dyett menjalankan sekolah bandnya pada standar yang paling tinggi. Dia memulai Griffin pada klarinet, menekankan padanya untuk berlatih dengan ketat, kemudian setelah Griffin memperlihatkan kemajuan, dia diijinkan untuk mengetahui saksofon alto melalui oboe. Setelah mendengarkan permainan seorang pemain tenor Gene Ammons dengan King Kolax pada saat pesta sekolah, Griffin menyadari bahwa tenor adalah alat yang sesuai untuk dia, pada awalnya Dyett mencegah dia, katanya dia masih terlalu kecil untuk tenor, jadi akhirnya diapun bertahan dengan alto.
Ditengah-tengah masa remajanya, Griffin bersinar dengan T-Bone Walker band blues, dan setelah ulang tahunnya yang ke 17 tahun 1945, lulus dari sekolah dia langsung bergabung dengan band besar Lionel Hampton sebagai pemain saksofon penuh. Dia sedang berjalan diatas panggung di Toledo, Ohio, ketika istri Hampton, Gladys, yang mengatur band tersebut, menanyakan dimana saksofon tenornya. Hingga titik tersebut dia berfikir bahwa dia sudah dipekerjakan sebagai pemain alto, tapi dia segera kembali ke Chicago untuk mengambil alat tenor tua, dan sejak itu lahirnya karirnya. Pada tahun 1947 dia meninggalkan Hampton dan bergabung dengan band bluesnya pemain terompet Joe Morris, dan banyak nada kasar Griffin dan suara blues Griffin yang bermunculan selama tiga tahun dia bermain dengan grup Morris. Pada tahun 1950 dia dipilih, dan dikirim ke Korea, dan persis sebelum rencana keberangkatannya dia bermain bersama orang-orang partai juga, permainan Griffin sangat mengagumkan saat dia membantu band tentara di Hawaii, diapun menghindar dari peperangan.
Sekembalinya ke Chicago dia mulai memimpin bandnya sendiri di Flame Show Lounge, dimana kecepatan permainannya yang memukau dan gayanya yang berani menarik banyak penggemar, termasuk Thelonious Monk, yang membujuknya untuk bermain bersama dengan grupnya selama dua minggu di Bee-Hive, salah satu klub di Chicago juga. Tahun 1956 Griffin pergi ke New York untuk merekam album pertamanya, Introducing Johny Griffin, dengan label Blue Note. Ketrampilannya dalam memainkan It’s Alright with Me dari Cole Porter dengan segera disambut sebagai sesuatu yang istimewa oleh para kritikus, dan ini adalah bukti keaslian dari kematangan gayanya, melantunkan nada-nada dari alatnya seakan-akan tidak ada hari esok, dan dengan emosi yang membara juga sebanding dengan ketepatan yang mematikan.
Pada jadual rekaman berikutnya dengan Blue Note, tiba-tiba dia menemukan John Coltrane di sudut jalan, kemudian dia mengajak pemain tenor lainnya ke New Jersey Studio milik Rudy Van Gelder, dan mereka berdua (dengan Hank Mobley, pemain saksofon) berjuang dengan megah untuk menghasilkan A Blowing Session Disk. Kemudian dia mengikuti tour dengan Jazz Messenger Art Blakey, tampil dengan band tersebut dalam merayakan rekaman mereka dengan Thelonious Monk, yang memiliki empat serangkai dimana Griffin ikut bermain pada masa berikutnya untuk beberapa bulan selama tahun 1958.
Aktifitas utama dia berikutnya adalah membentuk lima serangkai dengan pemain saksafon Eddie “Lockjaw” Davis. Selama dua tahun mereka berdua saling bertempur diatas panggung setiap malam, masing-masing berusaha saling melebihi improvisasi lainnya. Legenda keterlambatan Griffin ketika datang untuk satu pekerjaan adalah tahap yang diatur menjadi rapi ketika Davis memberikan padanya jam tangan dengan alarm, yang deringannya diatur 45 menit sebelum saat mereka harus berada dipanggung.
Tahun 1963, Griffin pindah Ke Eropa karena permasalahannya dengan pajak dan juga karena meyakini bahwa lembaka kritik Amerika lebih tertarik mempromosikan improvisasi yang bebas dari para pemain seperti Ornette Coleman, daripada gaya khas dari permainannya. Bermukim di Paris, dia menjadi tokoh utama didalam komunitas jazz yang dibentuk kembali dari film Round Midnightnya Bertrand Tavernier. Pada saat itu Griffin dipesan untuk bermain selama berbulan-bulan di klub Blue Note, juga membuat rekaman dengan seorang pemain piano terkenal, Bud Powell, saat dia bermain kembali setelah diberitakan dirawat dirumah sakit karena penyakit paru-paru. Walaupun saat itu direkam dengan permainan Powell pada piano yang kuno dan tidak pas melodinya di Edenville, semenanjung Cherbourg, namun terdapat beberapa permainan artikulasi Griffin yang sangat menyilaukan.
Pada akhir tahun 1960 Griffin menjadi salah satu pemain solo di band besar berbasis Eropa yang dipimpin oleh pemain drum Amerika Kenny Clarke dan pemain piano Belgia Francy Boland. Asosiasi ini berlangsung hingga tahun 1972, kemudian pekerjaan Griffin yang utama adalah sebagai pemain solo lepas, tampil mengelilingi Eropa dengan bagian-bagian irama local dan juga, setelah masa itu selama satu dekade, dia melakukan kunjungan rutin kembali ke Amerika, dimana dia membangun dirinya sebagai pemain solo untuk dapat dipertimbangkan, meskipun dia adalah penduduk Eropa.
Griffin adalah tamu yang populer di Britain dalam abad 21 dan dia menikmati berpasangan dengan pemusik yang menghasilkan karya, bersama pemain piano British, Julian Joseph, tampil didalam sebuah konser, berdua sebagai pasangan di Wigmore Hall, dan sebagai pemain solo dengan band Joseph dan juga Konser Orkestra BBC di Queen Elizabeth Hall. Bulan Juni dia memimpin band para bintang di kediaman Ronnie Scott dengan pemain trompet Roy Hargrove dan pemain drum Billy Cobham pada acara perayaan ulang tahun ke-80 yang tertunda.
Pemain Saksofon Johnny Griffin, lahir pada April 24, 1928. Meninggal pada July 25, 2008, berusia 80. Rest in Peace.
Source : Arts Indonesia